KABARTUJUH.COM, KEPRI – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri dan Bea Cukai Batam mengamankan 93,3 kilogram narkotika jenis sabu dengan tiga orang tersangka di perairan Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/3/2025).
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, menjelaskan ketiga pelaku yang saat ini disebut sebagai perantara berencana membawa puluhan kilogram barang bukti menuju Jakarta dan diprediksi tiba pada momen Idul Fitri 2025.
“Ketiga pelaku yang merupakan perantara diamankan setelah bertransaksi sabu dari Malaysia di tengah laut kemarin. Barang bukti ini rencana akan langsung dibawa ke Jakarta dan tiba tepat di Idul Fitri,” ujarnya saat ditemui di Polda Kepri, Rabu (26/3/2025).
Guna memuluskan aksinya, para pelaku berinisial M, I, dan J menyamarkan diri menjemput barang bukti di wilayah perairan Kepri dengan menggunakan kapal kayu yang biasa digunakan untuk membawa sembako.
Para pelaku juga memanfaatkan situasi Idul Fitri 2025. Fokus petugas kepolisian terpecah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di momen arus mudik.
“Mereka masuk ke perairan Kepri dengan menggunakan kapal kayu dan menjemput hingga transaksi narkoba dari Malaysia di tengah laut. Mereka ini bagian dari jaringan yang saat ini masih berusaha kami ungkap,” katanya. Para pelaku mengaku akan mendapat upah sebesar Rp 100 juta per orang apabila barang bukti sabu berhasil tiba di Jakarta, dengan estimasi lama perjalanan selama 3 hari.
Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 dan 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan pidana mati atau seumur hidup.
“Mereka akan dibayar Rp 300 juta apabila barang bukti sampai di Jakarta. Estimasi mereka sampai di Jakarta dengan lama perjalanan selama 3 hari,” ujarnya.
๐๐ข๐ฌ๐ค๐จ๐ฆ๐ข๐ง๐๐จ ๐๐๐ญ๐๐ฆ โ Plh. Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta berperilaku ramah lingkungan dengan perilaku 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) sebagai upaya berkesinambungan dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kota Batam.
Ajakan ini disampaikan Li Claudia Chandra di tengah pertemuan bersama Camat Se-Kota Batam, di lantai 5 Kantor Wali Kota Batam, Rabu (26/2/2025) pada saat pemaparan perangkat daerah untuk program kerja di lingkungan Pemko Batam bersama Wakil Wali Kota Batam, yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M. Pd., serta para Asisten Pemerintah Kota Batam.
“Sebagai bagian dari grand design dan upaya cepat Pemerintah Kota Batam dalam mengatasi permasalahan sampah dengan tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan kota, serta mendukung Batam sebagai kota yang bersih dan sehat,โ ujarnya.
Li Claudia juga menjelaskan bahwa Kota Batam saat ini memproduksi sebanyak 1200 ton sampah rumah tangga dan hal ini juga menjadi tantangan besar terkait dengan masalah sampah khususnya diawal pemerintahan Amsakar-Li Caludia.
Pemerintah Kota Batam, melalui OPD terkait dan Camat se-Kota Batam, terus berupaya meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah dengan melakukan pengangkutan sampah dari penampungan rumah tangga ke bin container yang pembuangan sampah, mulai dari menambah kendaraan pengangkut sampah, hingga sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan.
Ia berharap, masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kebersihan dengan cara yang lebih bijak, seperti mengurangi sampah plastik dan memisahkan sampah organik dengan non-organik.
Wakil Wali Kota Batam perempuan pertama tersebut juga mengajak para pelaku usaha dan industri di Batam untuk ikut berpartisipasi dalam program kebersihan ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, diharapkan dapat menjadi kota yang tidak hanya maju dalam aspek ekonomi tetapi juga bersih dan ramah lingkungan.
“Mari bersama-sama kita wujudkan Batam sebagai kota yang bersih dan sehat untuk kita semua,” ajak Wakil Wali Kota Batam yang juga dipercaya sebagai Wakil Kepala BP Batam tersebut.
Saat ini, Kota Batam menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan sampah, termasuk keterbatasan armada pengangkutan dan sarana prasarana.
Maka langkah strategis yang dirumuskan diantaranya penambahan armada pengangkutan seperti arm roll dan compactor, serta peningkatan program edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah secara kontinu dan dilakukan secara massif.
Saat pertemuan tersebut, Li juga menginstruksikan agar seluruh pemangku kepentingan dapat mengoptimalkan dan mengambil peran dalam pengelolaan serta penanganan sampah di Kota Batam.
โIni menjadi persoalan serius yang perlu kita tangani secara serius sehingga tuntas tertangani dengan baik agar tidak ada lagi keluhan dari masyarakat,โ ujar Li Claudia.
Li Claudia juga meminta agar seluruh perangkat daerah berkolaborasi dalam mendukung program peningkatan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam beberapa rapat koordinasi, Li menegaskan bahwa penanganan terhadap sampah membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terencana.
โSinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat sangat dibutuhkan demi terealisasinya kebijakan strategis terkait penanganan sampah di Kota Batam tercinta,โ tutupnya.
Sumber Berita {Media Center Pemerintah Kota Batam}