google.com, pub-3988382010432274, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Meulaboh

Format Ajak Masyarakat Jaga Pilkada Damai Di Aceh Barat Dengan 7 Poin.

Meulaboh | Mediaindonesia24.com : Pendiri Forum Masyarakat Aceh Barat (FORMAT) Rasyidin mengajak masyarakat untuk mewujudkan Pemilu damai, jujur, dan adil dan mengajak publik untuk menjaga dan mengawal kesuksesan Pemilu dengan netral dalam menjalankan tugas dan propesinya.

“Pesta demokrasi menjadi agenda rutin lima tahunan. Oleh karena itu, kita harus menjaga Pemilu agar berjalan aman, damai, jujur dan adil. Kontestasi Pemilu itu hal biasa di Kabupaten Aceh Barat,” Kata Rasyidin, Rabu (02/10/2024).

Selain itu Rasyidin juga menjelaskan di kabupaten Aceh Barat memiliki 2 Calon Bupati dan Wakil Bupati (CaBup dan CawaBup) Maka dari itu kita harus memberkan contoh yang baik bagi kabupaten lain dalam pesta demograsi yang damai, aman, jujur serta adil.

” Mari sama sama kita jaga pesta demokrasi Pemilihan yang akan datang 55 hari lagi menuju Tempat Pemilihan (TPS), Maka dari ini kita harus memberi contoh yang baik cara berdokrasi di Bumi Teuku Umar”, Sebut Rasyidin

Lanjutnya, Pilihan kita boleh beda tapih Sama-sama harus mengikuti Pemilu agar berjalan aman, damai, jujur dan adil sesui aturan yang berlaku dan tidak saling menjelekan sesama kadidat masing masing, Baik 01 atau 02.

“Mari kita jaga ketertiban dalam peta demokrasi. Kita pilihan boleh beda namun tidak saling menjelekan sesama kadidat masing masing Baik 01 maupun 02”, Tegas Rasyidin.

Mengajak dan berharap masyarakat di kabupaten Aceh Barat tidak saling mengintidimidasi bagi tim pemenagan masing-masing agar terciptanya kondusif serta aman di bumi Teuku Umar pesta demokrasi”, Pungkasnya

Di akhir kata Rasyidin Deklarasi Pilkada Damai. Berikut ini isi Deklarasi Pilkada Damai Bagi Tokoh Bangsa, Lintas Ormas dan Lintas Agama:

  1. Berkomitmen untuk menjaga dan mengawal demokrasi, sesuai tahapan Pilkada 2024 agar berjalan dengan aman, damai, jujur, adil dan bermartabat.
  2. Mengajak semua komponen Masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung dan menyukseskan Pilkada 2024.
  3. Mengajak seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih untuk menggunakan haknya dengan penuh tanggung jawab.
  4. Mengajak semua pihak untuk ikut aktif untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap setiap tahapan pelaksanaan Pilkada agar berjalan sesuai aturan, berlangsung secara aman, damai, jujur, adil dan bermartabat.
  5. Mengajak semua pemangku kepentingan, Paslon, Timses, Parpol dan elit politik untuk bersikap sportif dan taat azas dalam berkampanye dengan tidak menjadikan konten agama dan SARA sebagai bahan kampanye negatif dan bahan candaan.
  6. Mengajak semua komponen Masyarakat baik pemerintah, peserta Pilkada maupun masyarakat untuk menerima hasil Pemiliha yang dilaksanakan dengan jujur, adil dan bermartabat.
  7. Mengajak seluruh komponen Masyarakat untuk menjadikan Pilkada sebagai pesta demokrasi yang menjunjung perbedaan pilihan, namun tetap menjaga persaudaraan dan persatuan

Menurutnya, Itu lah 7 poin dalam isi Deklarasi Pilkada Damai, Tokoh Bangsa, Lintas Ormas dan Lintas Agama,” Tutup Rasyidin

Viral di Sosial Media diduga siram air cabai ke santri, Isteri pimpinan Ponpes di Aceh Barat ditangkap

Meulaboh (Mediaindonesia24.com) – Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Barat mengamankan NN (40 tahun), seorang isteri pimpinan sebuah pondok pesantren atau dayah di Desa Pante Ceureumen, Aceh Barat, karena diduga menyiram air cabai ke seorang santri yang usianya di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Aceh Barat Iptu Fachmi Suciandy Ungkapkan “Pelaku kita amankan karena diduga melakukan kekerasan terhadap seorang santri di sebuah pondok pesantren,”kepada Media di Meulaboh, Rabu.

Menurutnya, penangkapan terhadap NN dilakukan polisi setelah korban yang berusia 15 tahun, melaporkan kasus dugaan penyiraman air cabai ke Polres Aceh Barat pada Selasa (1/10) malam.

“Terduga pelaku kita jemput di rumahnya, dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Aceh Barat,” kata Iptu Fachmi Suciandy menambahkan.

Ia menyebutkan, pemeriksaan terhadap NN dilakukan polisi guna menindaklanjuti kasus dugaan penyiraman air cabai, yang diduga dilakukan oleh pelaku yang terjadi pada Senin (30/9) lalu di sebuah pesantren di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

Akibat penyiraman air cabai yang diduga dilakukan pelaku NN, korban mengalami kesakitan berupa rasa panas di bagian tubuhnya, sehingga korban harus dijemput pihak keluarga dan dirawat oleh nenek korban.

Informasi yang diperoleh, santri yang diduga menjadi korban tindak kekerasan tersebut karena sebelumnya melakukan kesalahan. Namun kemudian korban disiram air cabai oleh terduga pelaku NN yang juga isteri dari pimpinan pondok pesantren.

Hingga Berita ini di rilis Pihak Kepolisian masih meminta Keterangan dari Pelaku . “Kami masih meminta keterangan saksi terkait kasus ini,” demikian Iptu Fachmi Suciandy

Taman Parasamya dan Tugu Kupiah Meukeutop Teuku Umar di Meulaboh Jadi Objek Wisata Teramai

MEDIAINDONESAIA24.COM – Aceh Barat: Taman Parasamya dan Tugu Kupiah Meukeutop Teuku Umar di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, kini menjadi salah satu destinasi wisata yang semakin menarik dan tertata rapi di kabupaten Aceh Barat

Lokasi bersejarah tersbut layak menjadi tujuan wisatawan yang sedang berada di kawasan pinggir pantai.

Keindahan dan kenyamanan tempat ini terus meningkat berkat pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan dan jalur pedestrian oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, yang semakin memudahkan akses menuju objek wisata tersebut.
“Pembangunan jalur pedestrian dilakukan di sisi kiri jalan dan di belakang Tugu Teuku Umar,” ungkap Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, Sabtu, 14 September 2024.

Menurut Kurdi, jalur pedestrian yang sedang dibangun memiliki panjang sekitar 330 meter, dengan lebar antara 2 hingga 3 meter, dan akan terhubung sampai ke Jembatan Titik Mirik.

“Pembangunan jalan dan jalur pedestrian di sekitar Taman Parasamya akan terintegrasi dengan Tugu Teuku Umar,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jalur pedestrian ini akan memberikan ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki, terpisah dari lalu lintas kendaraan bermotor, sehingga pengunjung bisa menikmati perjalanan tanpa gangguan.

“Jalur ini akan terhubung sampai Jembatan Titik Mirik, melewati Den Cafe,” tambahnya.

Kurdi berharap, dengan adanya konektivitas yang lebih baik menuju destinasi wisata ini, potensi wisata di daerah tersebut dapat semakin dioptimalkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

error: Konten dilindungi!!