Beranda Breaking News Setdakot Di Duga Turut Cawe Cawe Dan Bernuansa KKN Dalam penetapan Direktur...

Setdakot Di Duga Turut Cawe Cawe Dan Bernuansa KKN Dalam penetapan Direktur RSUD Langsa

398
0

Langsa,MediaIndonesia24.com |- Isu panas yang terus bergulir terkait adanya cawe cawe yang bernuansa KKN dalam proses penjaringan direktur RSUD Langsa yang santer akan di menangkan dokter helmiza fahry Sp. OT yang kini berstatus wakil direktur ADM umum pada rumah sakit umum langsa dan juga menjabat sebagai PLT direktur rumah sakit umum langsa selama lebih kurang empat tahun lama nya.

Menurut sumber yang layak di percaya dan tidak ingin di ungkapkan jati dirinya mengatakan bahwa peran cawe cawe setdakot langsa dalam menyusun strategi beberapa waktu ke depan untuk melantik dokter fahry sebagai kepala rumah sakit umum langsa secara depenitif padahal jika kita melihat rekam jejak digital dalam memimpin RSUD Langsa sangat tidak tepat jika dokter fahry di lantik sebagai direktur depenitid RSUD Langsa .

Yang menjadi pertanyaan para pegawai RSUD dan publik serta pemerhati mempertanyakan kepada tim penjaringan maupun setdakot apakah di kota langsa sudah tidak ada lagi dokter yang memiliki kemampuan serta kapabilitas dalam memimpin RSUD mengapa harus dokter fahry dan dokter syarbaini yang akan muncul sebagai pemenang dalam memimpin rumah sakit umum langsa padahal masih banyak dokter lain yang baik dan terampil dalam mengelola manajemen maupun pelayanan kepada masyarakat selaku pengguna jasa kesehatan .

Setdakot jangan mementingkan pribadi maupun kelompok namun tidak membawa dampak profesionalisme dalam penentuan mencari kepemimpinan di harapkan jangan kepentingan sesaat saja namun akan berdampak buruk yang berkepanjangan di masa yang akan datang, adanya isu kepentingan setdakot di karenakan menjelang pensiun terus melakukan manufer untuk memperkaya diri untuk kelompok dan mengkorbankan orang banyak dan penderitaan yang berkepanjangan .

Seharusnya perlu pengkajian sinergisitas antara pemimpin dan pegawai serta semua lingkup yang berinteraksi dengan kepemimpinan maupun personal contact yang berdasarkan pengetahuan ledersif sesuai ilmu manajemen hal tersebut sangat mendasar untuk di jadikan patokan dalam memilih calon direktur jangan hanya memperoleh segepok uang tapi akan menyengsarakan banyak pihak dugaan tersebut sangat wajar mengingat rekam jejak digital yang selama ini di duga kuat kemampuan dokter fahry dalam melakukan menejerial di rumah sakit umum langsa karena prestasi kerjanya hanya biasa biasa saja tutur pemerhati dan sejumlah oknum pegawai di RSUD Langsa .(Suriady Ks)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini