google.com, pub-3988382010432274, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Akibat Ulah Anggota Tuha Peut Lorong Gampong Mutia yang Di Nilai Arogan Sejumlah Warga Mengadukan Ke Camat Langsa Kota

Redaksi

September 14, 2024 ,

MEDIAINDONESIA24.COM – LANGSA,- Merasa tidak puas terhadap Pj Geuchik Gampong Mutia dan ketua Tuha Peut di karena kan tidak mampu menyelesaikan persoalan sengketa warga dengan nanda selaku anggota Tuha Peut lorong yang terkesan sombong, dan arogan serta angkuh terhadap warga masyarakat karena warga mempertanyakan anggaran biaya menyambut HUT RI KE -79 yang lalu , berdasarkan keterangan beberapa warga yang tidak ingin di sebutkan jati dirinya mengatakan kepada sejumlah media perilaku nanda yang telah melukai perasaan warga masyarakat.

saat sejumlah warga masyarakat mempertanyakan perihal anggaran biaya dengan serta merta nanda yang merupakan panitia sekaligus anggota Tuha Peut Lorong dengan kasar menyatakan “apa urusan kalian mempertanyakan anggaran biaya di depan umum” sembari menunjuk -nunjuk dengan tangan kirinya padahal pertanyaan itu sah sah saja di pertanyakan kepada panitia sebagai bentuk pengawasan dan transparansi penggunaan biaya pelaksanaan HUT RI KE 79 merasa tak terima warga di bentak dengan mengeluarkan nada kasar mereka mendatangi kantor Geuchik untuk mengadukan sikap dan perilaku nanda yang terkesan arogan untuk menyampaikan kekecewaan mereka namun ketika di selesaikan di kantor desa warga merasa tidak puas karena di duga di sudutkan oleh perangkat Gampong sehingga warga tidak terima apalagi ada kalimat yang di lontarkan Tuha Peut lorong tidak bisa dirinya di berhentikan di karena kan yang meneken SK mereka adalah PJ Walikota terkesan anggota Tuha Peut Lorong kebal hukum .

Dari sumber yang layak di percaya mengatakan kepada media ini warga masyarakat telah membuat surat pernyataan sikap yang telah di bubuhi tanda tangan warga meminta agar nanda selaku anggota Tuha Peut lorong untuk di berhentikan dari jabatannya karena perilakunya yang sombong serta arogan, perihal itu sebut warga lagi telah terjadi berulang kali sehingga para ibu- ibu merasa kesal dan tidak terima di perlakukan semena – mena sehingga tuntutan masyarakat agar nanda di berhentikan dari jabatan selaku anggota Tuha Peut karena di nilai tidak layak dan selalu berkata kasar kepada warga memang tidak pantas dan tidak layak nanda menduduki jabatan Tuha Peut sebut warga dengan nada kesal dan geram, dirinya masih lajang (belum menikah), dan tidak memiliki tata kerama dalam berkomunikasi dengan warga cocoknya nanda itu anggota pemuda bukan sebagai Tuha Peut Lorong, anehnya lagi sebut warga yang geram atas perilakunya dia sebagai tengku seharusnya mengetahui tata krama ,etika, sopan santun dalam berkomunikasi dengan warga masyarakat yang usia nya jauh lebih tua dari umur nanda selaku anggota Tuha Peut lorong jadi tidak pantas dan tidak layak dirinya menjadi anggota Tuha Peut.

Kami selaku warga meminta agar di lakukan pemilihan ulang dengan terlebih dahulu jabatan nanda selaku Tuha Peut lorong di copot dan di berhentikan agar kami selaku warga kembali bisa memilih yang usianya lebih tua dari usia nanda dan telah berumah tangga sehingga layak untuk menduduki jabatan Tuha Peut Lorong.

Jumat tanggal 14/09/2024 sekitar pukul 10.20 Wib sejumlah warga mendatangi kantor camat Langsa Kota untuk menyampaikan aspirasi masyarakat agar nanda selaku anggota Tuha Peut Lorong satu di berhentikan dengan tidak hormat karena telah melukai hati masyarakat dan juga di nilai tidak beretika dan tidak tahu tata krama dalam berkomunikasi dengan masyarakatnya sebagai warga desa Gampong Mutia.(Uci/S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!