LANGSA, ACEH — Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PTPN IV Regional VI Unit Kebun Baru menggelar pelatihan budidaya dan pengolahan microgreens sebagai produk pangan bergizi, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini berlangsung di kediaman Manajer Unit Kebun Baru, Gampong Pondok Kelapa, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dan diikuti sekitar 40 peserta yang merupakan istri staf dan karyawan tergabung dalam IKBI.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Fakultas Pertanian USU, Vira Irma Sari, S.P., M.Si, yang memberikan materi sekaligus praktik langsung mengenai teknik budidaya serta pengolahan microgreens menjadi makanan bergizi.
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan Al-Qur’an dan sari tilawah, dilanjutkan sambutan Manajer Unit Kebun Baru, pemaparan materi, sesi praktik, pembagian starter kit, hingga penutupan.
Manajer Unit Kebun Baru, Ny. Dian Amanu Afsar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan wawasan anggota IKBI dalam menyediakan pangan sehat bagi keluarga.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada masyarakat di wilayah masing-masing agar manfaatnya lebih luas,” ujarnya.
Microgreens sendiri merupakan tanaman muda yang dipanen pada usia 7–14 hari dengan tinggi sekitar 3–10 cm. Tanaman ini diketahui memiliki kandungan nutrisi 4 hingga 40 kali lebih tinggi dibanding tanaman dewasa. Jenis tanaman yang umum dibudidayakan antara lain sawi, bayam, kubis, brokoli, dan selada.
Dalam sesi praktik, peserta diajarkan cara menanam microgreens menggunakan media sederhana seperti tanah dan kompos dalam wadah kecil. Perawatannya pun relatif mudah, cukup dengan penyiraman rutin pagi dan sore hari hingga masa panen.
Selain budidaya, peserta juga mendapatkan pelatihan pengolahan microgreens menjadi produk pangan seperti nugget dan smoothies. Nugget microgreens dibuat dari bahan seperti daging ayam, telur, susu, roti, dan keju, serta dinilai efektif sebagai alternatif konsumsi sayur bagi anak-anak.
Sementara itu, smoothies microgreens diperkenalkan sebagai minuman sehat dengan berbagai kombinasi buah, seperti nanas-pisang, mangga-pepaya, pisang-kurma, dan semangka dengan daun mint.
Menurut narasumber, pelatihan ini sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan pangan rumah tangga.
“Dengan kemampuan mengolah bahan pangan sendiri, ibu rumah tangga dapat menyediakan makanan yang sehat, aman, dan bergizi bagi keluarga,” kata Vira.
Peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari praktik panen hingga pengolahan produk. Bahkan, beberapa peserta mencoba mengombinasikan microgreens ke dalam makanan sehari-hari seperti sup bakso.
Di akhir kegiatan, panitia membagikan starter kit budidaya microgreens kepada seluruh peserta, yang terdiri dari wadah tanam (tray), benih sawi, dan alat penyemprot air. Pemberian ini diharapkan mendorong peserta untuk mempraktikkan budidaya secara mandiri di rumah.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang, menandai berakhirnya pelatihan yang berlangsung lancar dan penuh antusiasme.

