Mediaindonesia24.com,anyumas—
Bertempat di De Joglo Camp, Pendopo Putra Jawa, Karangsalam-Baturaden (curug telu), pada hari ini (Minggu, 12/5/2024), Silaturahmi dan Halal Bi Halal kelurga Besar “Putra Bangsa bertema ” Dengan Halal Bi Halal Kita Tingkatkan Peran dan Eksistensu Putra Jawa Dalam Membangun Semangat Kebersamaan Berbangsa dan Bernegara digelar.
Hadir dalam acara tersebut, Wisnu Yulianto selaku Ketua Umum bersama pengurus DPP Putra Jawa berikut dengan puluhan anggotanya.
Acara dibuka dengan pembacaan Basmalah yang dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk bpk.Imam Safei (alm), mantan ketum dan pendiri Putra Jawa yang dipimpin oleh Abi Dirwan, Pengasuh Pondok Pesantren “Alhudrah ahlil Klasik” Tambak Sogra
Sebelum menyampaikan sambutanya, Arif Yulian Wibowo selaku Ketua Panitia menyerukan “Yel-Yel Putra Jawa, “Rahayu-Rahayu-Rahayu yang dijawab Rahayu oleh seluruh hadirin dan “salam satu jiwa” yang dijawab “Putra Jawa”.
“Mewakili Panitia, saya sampaikan terima kasihnya, khususnya kepads Ketua Umum yang telah menyediakan tempat untuk kita berkumpul, sekaligus meminta maaf, apabila dalam menjamu hadirin masih jauh dari harapan, “katanya.
Sementara dalam sambutanya, Wisnu Yulianto selaku Ketua Umum “Putra Jawa” menguraikan terkait berdirinya putra jawa berikut maksud dan tujuanya.

“Putra Jawa di dirikan oleh alm. Imam Safingi, dengan tujuan agar Putra Jawa bisa bermanfaat khususnya untuk anggotanya, “katanya seraya menambahkan, ” jika pasca meninggalnya mas Imam, seluruh pengurus DPP berkumpul yang kemudian mempercayakan saya selaku Ketua Umum.
Lebih lanjut Wisnu mengatakan jika Putra Jawa merupakan Organisasi Kemasyarakatan yang sudah memiliki “Legalitas Formal” yang valid dam lebih bertendensi untuk penguatan ekonomi anggota, sehingga dalam sepak terjangnya jangan sebatas kumpul dan nongkrong bersama, terlebih sampai bertindak arogan, karena setiap langkah dan pergerakanya harus bisa memberikan kontribusi demi keterwujudan suatu hal yang dapat membangun masyarakat, bangsa dan negara, sehingga sangat di pandang perlu untuk di bentuk Kepengurusan, baik di tingkst DPC dan PAC, berikut penambahan dan penguatan anggota agar semakin solid dan dipertimbangan oleh seluruh elemen bangsa.
Diakuinya, jika awalnya saya hanyalah pengangguran, namun alhamdulilah pasca bergabung dengan Putra Jawa yang kemudian melakukan silaturahmi dengan banyak pihak, sehingga sekarang sudah punya usaha dan kesibukan bahkan sampai dipercaya sebagai Ketua Paguyuban.
Dijelaskanya, bahwa seiring berjalanya waktu, kini banyak anggota kita yang berasal dari Tokoh dan Pengusaha dari berbagai disiplin ilmu dan beragam bidang usaha
Dalam rangka peningkatan ekonomi dan kesejahteraan anggota, “kata Wisnu memaparkan, “dirinya berusaha melakukan silaturahmi dan pendekatan dengan para Pejabat dan Tokoh masyarakat Kabupaten Banyumas, yamg alhamdulilah berkat kedekatanya tersebut, membuka ruang usahanya berupa sablon, sehingga beberapa waktu lalu di musim pemilu baik Pilpres dan Pileg, beragam order saya dapatkan baik dari Partai maupun Pemda Banyumas, yang mempercayakan pengerjaanya kepadanya.
Diyakininya, pasca dibentuknya PAC, nantinya akan bisa melahirkan potensi ekonomi yang ada di masing-masing Wilayah yang bisa dijadikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan anggota.
Ditegaskanya, Putra Jawa harus bisa menghidupi seluruh anggota.
Dan hal ini bisa kita manfaatkan untuk menggali potensi berdasarkan fenomena dan dinamika yang ada dan berkembang di masyarakat.
Untuk itu, “kata Wisnu menjelaskan, “kita harus tetap solid dengan tetap menjaga dan mempertahankan silaturahmi mengingat kekuatan silaturahmi akan membuka pintu rejeki.
Disampaikanya bahwa untuk penguatan organisasi, penambahan dan penguatan anggota sangat dipandang perlu agar kita bisa diperhitungksn dan sekaligus di libatkan dalam segala kegiatan produktif yang ada di wilayahnya.
“Bilamana dipandang perlu untuk menguatkan silaturahmi, maka bisa kita laksanakan tiap malam Kamis dalam acara rutin “Mujahadah di Pondok Pesantren mas Dirwan, “pungkasnya.
Dilain pihak, dalam sambutanya Kangmas Putra, selaku Ketua 2 menegaskan bahwa seluruh anggota Putra Jawa dipanggil dengan sebutan Kangmas.
“Semoga semua yang di sampaikan oleh pak Ketum bisa dipahami yang kemudian bangkit dari keterpurukan menuju keberhasilan, “katanya seraya menegaskan, “ada suatu istilah yang perlu kita camkan yaitu “lebih baik kita menjadi ikan besar yang hidup dikolam kecil dari pada menjadi ikan kecil yang hidup dikolam besar”.
Makanya, “kata Putra menegaskan, ” seluruh anggota harus bisa memperbaiki diri dan menjadikan Putra Jawa sebagai tonggak untuk bangun dan tumbuh demi berkembang menyongsong masa depan.
“Seluruh anggota Putra Jawa” harus paham atas visi dan misinya, dengan tetap mengedepankan komunikasi dan silaturahmi dengan semua pihak.
Ditegaskanya, meski Putra Jawa di awali dari perkumpulan lokal namun harus berpikiran international.
Kuatkan tali silaturahmi dengan layar belakang talenta yang kita miliki, kemudian bangkit untuk merubah zona nyaman ke arah yg lebih baik lagi, “pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan lain-lain, dimana seluruh peserta dimohon untuk menikmati seluruh hidangan yang tersedia (makan siang) yang kemudian ditutup dengan doa dan diakhiri dengan saling berjabat tangan. (suliyo)







