google.com, pub-3988382010432274, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Rehabilitas Ruang Inap Kelas KUB RSUD Di Duga Tidak Memenuhi Persyaratan APK

Redaksi

Agustus 27, 2024

MEDIAINDONESIA24.COM – Langsa Dari hasil pantauan media online ketika menyambangi lokasi Rehab Gedung Rawat Inap kelas KUB di RSUD Langsa banyak para pekerja yang tidak memakai alat APK yang merupakan standar untuk melakukan kegiatan karena di khawatirkan rentan terjadinya kecelakaan kerja .

Ketika di konfirmasi kepada pemborong inisial (ARF) selaku penanggung jawab proyek tersebut untuk bertemu dan mewawancarainya namun jawaban ARF ketika di hubungi melalui via whatssap berjanji untuk bertemu pada siang hari pada hari selasa 27/08/2024 sekitar pukul 14.13 Wib, namun setelah waktu yang telah di tentukan oleh ARF selaku pemborong ternyata pihak pemborong mengabaikan janji tersebut kepada sejumlah wartawan media online yang ingin melakukan konfirmasi terhadap pelaksanaan proyek yang sedang di kerjakannya .

Setelah di hubungi kembali oleh oknum media detikkasus ternyata ARF selaku pemborong mengcansel janjinya pada sore hari dan dirinya mengatakan bahwa proyek tersebut di kerjakannya belum keluar DP dan pihaknya sudah berani mendahulukan dengan menggunakan modalnya sendiri dan ia juga terkesan melakukan pembohongan terhadap janji yang telah di sepakatinya kepada sejumlah wartawan.

Menurut komentar beberapa pemerhati mengatakan ketidak yakinanya jawab ARF kepada sejumlah media karena anggaran Rehab bangunan tersebut terbilang besar dan yang menjadi pertanyaan oknum pemborong tersebut di duga alergi terhadap sejumlah wartawan yang ingin melakukan konfirmasi agar pelaksanaan Rehab Gedung dapat di ketahui oleh publik dan juga dapat mengawasi jalannya pembangunan proyek dan juga besaran anggaran biaya yang di kerjakan karena dana pelaksanaan proyek tersebut yang di luncurkan oleh pemerintah yang bersumber dananya dari rakyat sehingga tidak ada alasan oknum pemborong untuk tidak menerima konfirmasi dari awak media yang juga berperan sebagai sosial control terkesan oknum pemborong tersebut tertutup untuk di wawancarai sehingga wajar saja jika publik menduga duga ada sesuatu yang di sembunyikan dan takut terbuka jika di wawancarai oleh awak media.(SILET)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!