Mediaindonesia24.com,Cilacap–
Sosoknya bersahaja, kalem, sopan dan sangat menghargai orang lain serta jauh dari kesan formal.
Namun dibalik kesederhanaanya itu, pria kelahiran Cirebon-Jawa Barat yang mempunyai nasab (darah keturunan Kyai Buntet) sangat piawai dan mempunyai spesifikasi serta tingkat kematangan dalam keilmuan baik dibidang Ekonomi, Hukum maupun ilmu-ilmu agama.
Tak heran jika seiring perjalanan hidupnya, kini R. Egi Prasetyo SE, SH, telah menjadi simbol kebanggaan bagi anak, istri, keluarga dan masyarakat pada umumnya.
Bahkan dengan kemampuan intelektual dan spiritualnya melaluhi kreasi dan inovasi dalam mengamati “Fenomena dan Dinamika” yang tumbuh dan berkembang di masyarakat telah membawanya meraih kesuksesan, baik ekonomi dan status sosialnya, sehingga menempatkanya dalam jajaran “Elite”, sebagai tokoh muda multi-talenta yang selalu dicari dan dibutuhkan oleh masyarakat luas.
Kepada Awak Media ini, tatkala dikonfirmasi dikediamanya yang “asri” sang Kreator Muda-Multi Talenta tersebut, sedikit membeberkan kiat sukses dalam menjalani hidup.
“Dalam hidup, kita harus bisa menjaga kelestarian dan keseimbangan antara kekuatan alam dengan logika serta mampu menempatkan diri secara proporsional dalam beragam interaksi, “katanya seraya menambahkan, “hanya masalahnya, banyak orang yang dikendalikan oleh nafsu sehingga menghalalkan segala cara dalam meraih setiap asa, meski disadarinya baik dalam bersikap, berucap dan bertindak itu menggilas dan menciderai rasa keadilan masyarakat.
Lebih lanjut, pria dengan motto “Low Profile Hight Product” menyesalkan, “sekarang logika mengkikis dan mengaburkan kata hati dan nilai-nilai moral dalam kehidupan, menyusul di Era Melinial yang didukung dengan dahsyiatnya kemajuan tekhnologi, sehingga komunikasi sudah tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu yang menjadikanya “Tontonan menjadi sebuah Tuntunan dan Tuntunan menjadi sebuah Tontonan”, yang berdampak “kepribadian dan karakter bangsa kian asing, tidak mendapat tempat bahkan menjadi penonton di negri sendiri “.
Ditegaskanya, “syukurilah seluruh nikmat yang ada dan jangan sekali-kali mencubit orang lain, ketika kita tahu klo dicubit rasanya sakit, “katanya penuh makna diplomatis
“Ditengah dinamika kehidupan yang kian komplek, “Egi Prasetyo SE SH menambahkan, “kita harus mampu menggali potensi yang ada dalam diri sebagai bekal menghadapi kerasnya persaingan serta berpandangan jauh kedepan dan jangan putus asa karena kegagalan pada dasarnya, adalah kesuksesan yang tertunda, “tegasnya.
Diakhir pernyataanya, ahli sepiritual dalam berbagai hal menegaskan, “jangan bangga karena harta, jabatan & kekuasaan apalagi gila akan hormat, puji dan puja dari orang lain, karena yang baik menurut kita belum tentu menyelamatkan dan baik di mata Tuhan.
Makanya, selalu tanamkan kebaikan sepanjang hayat masih dikandung badan, karena sebaik-baik manusia adalah yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain, “pungkasnya (suliyo)







