Langsa – Mediaindonesia24
Gonjang -ganjing yang berseliwiran di tengah -tengah masyarakat mengatakan proyek peningkatan jalan yang bersumber dari dana APBN berkisar dengan nilai kontrak Rp.14.681.972.000. Dengan nomor dan tanggal dipa: Dipa Tahun Anggaran 2024 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Aceh Dipa No.SP.Dipa -033.04,1,498574/2024 Revisi Dipa nomor 13 Tanggal 15 Oktober 2024, nomor kegiatan: 04.498574GA.2409 CDC 023,409 EI, ID Paket: BMS-P2411-10855941, Jenis Paket: PURCHASING ,Nama Kegiatan: Preservasi Jalan Keude Rambe -Desa Trom, Nilai HPS/OE: Rp.15.000.000.000.00, Nomor dan tanggal surat pesanan (SP): HK 02.03/Bb I .PJN.I/PPK 1.5/614 Tanggal 01 November 2024, Nomor dan tanggal SPBBJ/GUNNING: PL.02.01/Bb PJN I /PPK .1.5 /615 Tanggal 01November 2024, Nomor dan Tanggal Kontrak :HK 02.03/Bb I. PJN I /36 /APBN/2024 Tanggal 05 November 2024, Nomor dan tanggal SPMK: PW.04.01/Bb I.PJN./PPK 1.5/620 Tanggal 05 November 2024 , Penanganan Efektif Jembatan : 4.25 KM, Lokasi Kegiatan : Provinsi Aceh/ Kota Langsa, Penyedia: PT.NETRALINDO JAYA MANDIR, Direktur Perusahaan : AHMAD SAYADI , NO NPWP Perusahaan: 022004535121000, Waktu Pelaksanaan :56 Hari Kalender (06 November 2024 S/d 31 Desember 2024 (PHO), Waktu pemeliharaan:365(tiga ratus enam puluh lima) hari kalender, Produk Akhir: Preservasi Jalan Keude Rambe -Desa Trom ,Jaminan Pelaksanaan :5% dari nilai Kontrak = Rp.734.098 600.00, Jaminan Uang Muka : 30% Dari Nilai Kontrak =Rp.4.404.591 600.00, Ketentuan Sanksi: Terhadap setiap hari keterlambatan pelaksanaan /penyelesaian pekerjaan penyedia akan di kenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000(satu per seribu) dari nilai kontrak atau bagian yang tercantum dalam syarat- syarat khususnya kontrak (SSKK).
Anehnya dalam pelaksanaan Proyek Tersebut berdasarkan hasil investigasi tim media kelapangan proyek pengaspalan badan jalan terlihat sambung putus tidak merata sebagaimana jika di lakukan pengaspalan di badan jalan Nasional terkesan proyek tersebut di kerjakan asal jadi karena proyek tersebut berada di pelosok desa padahal jika kita melihat plang proyek tersebut merupakan pengaspalan di jalan Nasional bukan di pelosok desa sebagaimana fakta lapangan. Pekerjaan pengaspalan tersebut mengapa bisa di pelosok desa perihal itu mengundang pertanyaan masyarakat karena terkesan aneh.
Bisik bisik masyarakat yang terendus awak media mengatakan bahwa proyek akhir tahun untuk menghabiskan sisa anggaran jelang akhir tahun padahal jika di lihat potensi yang layak di kerjakan adalah jalan menuju kampus Universitas Samudra Langsa arah menuju ke merandeh demikian tutur warga kepada awak media saat mengunjungi lokasi pengaspalan.(SILET)







