Beranda Breaking News Proyek Pembangunan SPBU Mangkrak,Reje Kampung Minta Direktur PT.Pintu Rime Gayo Energy Di...

Proyek Pembangunan SPBU Mangkrak,Reje Kampung Minta Direktur PT.Pintu Rime Gayo Energy Di Ganti

305
0

Mediaindonesia24.com,Bener Meriah,Aceh– Sejumlah reje (kepala desa) di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, meminta Direktur PT. Pintu Rime Gayo Energi, Ilham Iskandarsyah, diganti. Para reje tersebut juga melayangkan mosi tidak percaya terhadap Ilham yang membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Badan Usaha Milik Bersama (Bumdesma) Kampung se-Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Mosi tidak percaya tersebut dikeluarkan setelah pembangunan SPBU tak kunjung tuntas meski telah dibangun sejak 2021 lalu. Sementara anggaran pembangunan SPBU berasal dari dana desa.  Pembangunan SPBU tersebut bahkan mangkrak karena adanya sejumlah persoalan.
Alhasil, desa-desa sebagai penanam saham melalui reje se-Kecamatan Pintu Rime Gayo melakukan Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk membahas keberlanjutan pembangunan SPBU tersebut pada 7 Maret 2024 lalu. 
“Kami menggelar Musyawarah Antar Desa (MAD) di Aula Kantor Pintu Rime Gayo membahas terkait tindak lanjut pembangunan SPBU Pintu Rime Gayo,” kata Ketua Forum Reje Kampung se-Kecamatan Pintu Rime Gayo, Farid Wajidi kepada wartawan, Rabu (28/3). Para reje dalam musyawarah tersebut meminta Ilham dicopot dari jabatan Dirut PT Pintu Rime Gayo. Permintaan itu dilatarbelakangi kekesalan para reje terhadap Ilham yang menjanjikan SPBU akan beroperasi dengan anggaran hanya Rp6,9 miliar.
Sebanyak 23 kampung yang ada di Pintu Rime Gayo kemudian mengalokasikan dana desa per satu kampung sebesar Rp300 juta karena tergiur dengan janji Ilham. Namun, realisasi pembangunan SPBU masih beberapa persen meskipun anggaran yang sudah terserap sebanyak Rp5,2 miliar.
Ilham selaku Direktur PT Pintu Rime Gayo bahkan meminta tambahan anggaran sebesar Rp4,8 miliar untuk melanjutkan pembangunan SPBU tersebut agar dapat beroperasi.
“Sejumlah reje kampung meminta Ilham sebagai direktur diganti karena reje sudah tidak percaya. Artinya reje merasa keberatan untuk penambahan anggaran jika direktur masih dijabat Ilham,” ujar Farid.
Akan tetapi menurutnya, permintaan penggantian Direktur PT Pintu Rime Gayo tersebut dapat ditunda setelah adanya temuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Aceh terhadap pembangunan SPBU Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Dalam temuan tersebut, BPKP Aceh menyebutkan terdapat Rp600 juta anggaran negara yang harus dikembalikan. Ketua Forum Reje Kampung se-Kecamatan Pintu Rime Gayo, Farid Wajidi. “Ada temuan-temuan oleh BPKP Perwakilan Aceh lebih dari Rp600 juta yang harus dikembalikan, maka Ilham kita harap jangan diganti sebelum menyelesaikan temuan itu,” lanjut Farid.
Menurutnya Pj Bupati Bener Meriah juga meminta temuan BPKP Aceh tersebut agar segera diselesaikan.  Hingga saat ini, kata Farid, Ilham selaku Dirut PT Pintu Rime Gayo Energi sudah mengembalikan Rp641 juta lebih duit negara temuan BPKP Aceh. Meskipun demikian, terdapat beberapa item pembelian barang yang telah dibelanjakan masih belum berwujud.
“Sejumlah pembelian barang seperti kanopi yang ditaksir mencapai Rp300 juta sudah dibelanjakan, tetapi  hingga saat ini kita belum melihat keberadaan barangnya,” ujar Farid.
Farid mengungkapkan dalam pemeriksaan itu, BPKP juga menemukan Ilham menyewa mobil pribadinya untuk transportasi ke Pintu Rime Gayo. Hal itu tidak sesuai dengan peraturan sehingga menjadi temuan BPKP yang harus dikembalikan oleh Ilham. Selain itu, kata dia, ada temuan pemberian gaji untuk pihak ketiga sebanyak Rp74 juta. Padahal, desa sebagai pemilik saham tidak pernah merekomendasi pihak ketiga dalam kegiatan pembangunan SPBU. 
“Temuan ini juga sudah dikembalikan,” katanya. “Saya bukan bermaksud mempertahankan Ilham sebagai direktur, tetapi kita berharap dengan sisa uang yang telah dikembalikan mencapai Rp641 juta itu, Ilham menyelesaikan untuk apa penggunaan anggaran tersebut,” tambah Farid.(JS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini