Mediaindonesia24.com,Banyumas—
Bertempat di aula SMK.Tunas Bangsa, Jalan Raya Sampang-Buntu, ikut Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa-Tengah, pada hari Rabu (8/11/2023), Pembekalan Peserta Ujian Bakal Calon dalam P3D Formasi Kadus ll, Desa Kaliwedi dilaksanakan.
Pembekalan tersebut di-ikuti oleh 6 peserta, (3 putri dan 3 putra) yaitu Supriyadi, Yakup Quwartoyo, Algi Fajar Prasetiyo, Ema Iptitah, Afifah Indri Astuti, Candra Purnama Dewi dengan dihadiri oleh Abas Rosyadi, (Ketua Panitia) berikut 8 anggotanya, Saeful Anam (Kepala Desa Kaliwedi), Wahyu Adhi Febriyanto (camat Kebasen), yang dalam hal ini diwakili, Fasilitator Kecamatan Kebasen (Eko Pramono-Kasie Tapem), Kapten inf.Sugiyono (Danramil), AKP. Hartoko (Kapolsek) yang diwakili Bripka Budi SH (Babinkamtibmas), Warsono (Bhabinsa), dan Drs. Susriyadi (Kepala SMK Tunas Bangsa) serta Ifra Tunggul SPd (fasilitator tehnik)
Acara dimulai dengan pembacaan basmalah yang dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.
Dalam sambutanya Saeful Anam menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran semua pihak untuk melaksanakan kegiatan pembekalan ini
“Mestinya pembekalan dilaksanakan hari Senin, namun diundur hari ini, karena ada satu dan lain hal sebagai dasar pertimbangan “katanya seraya menambahkan agar seluruh peserta harus mempersiapkan diri, baik jasmani maupun rokhani.
Lebih lanjut, Saeful anam menjelaskan bahwa terkait regulasi dan mekanisme berikut tahapan dalam P3D ini, Pemerintah Desa menyerahkan sepenuhnya kepada panitia.
Diharapkanya, siapapun yang nantinya terpilih bisa membuat dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya bagi warga di wilayahnya dan masyarakat Desa Kaliwedi pada umumnya.
Dijelaskaanya, menjadi perangkat desa merupakan pengabdian bukan pekerjaan, sehingga siapapun calon, harus siap menerima hasil akhir, mengingat dari 6 kandidat nantinya hanya terpilih 1 orang, “tegasnya.
Sementara dalam arahanya, Abas Rosyadi, selaku Ketua Panitia P3D, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa yang selama ini telah mengamanahkan dan mempercayakan sepenuhnya kepadanya, untuk melaksanakan Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Kaliwedi, Formasi Kepala Dusun ll, yang sekarang sudah sampai di tahap pembekalan dan beberapa hari kedepan (jumat, 10/11/2023) akan dilaksanakan ujian.
“Atas semua kekilafan dan kekuranganya, dalam melaksanakan tugas selama ini yang mungkin dianggap tidak sesuai regulasi, termasuk kepada fasilitator, para calon dan seluruh masyarakat, saya bersama seluruh anggota minta maaf yang sebesar-besarnya “.
Makanya, bagi semua pihak tanpa terkecuali, bilamana ada kritik dan saran yang sifatnya membangun,untuk disampaikan sebagai bahan koreksi dan evalusi.
Tidak ketinggalan kepada Sustriyono, Kepala SMK Tunas Bangsa beserta seluruh staft dan jajaranya, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah bersedia melakukan kerjasama sehingga terselenggaranya acara pembekalan para calon tersebut.
Di-akuinya, kami dari panitia dalam melakukan penyaringan dan penjaringan, khususnya dalam hal ujian, baik soal, maupun materi yang akan diujikan, berikut penilaian hasil ujian peserta, saya limpahkan sepenuhnya kepada pihak SMK Tunas Bangsa, meski diharapkanya terkait soal dan materi yang akan diujikan jangan terlalu sulit, “tandasnya.
“Dengan kerjasama ini, mari kita dorong demi terlahirnya sosok seorang Kepala Dusun yang pintar, berintegritas dan berkwalitas, “katanya..
Dilain pihak, tatkala memberikan sambutan Drs.Susriyadi terlebih dulu mengucapkan selamat datang dan menegaskan bahwa SMK Tunas Bangsa merupakan salah satu aset di Kecamatan Kebasen sehingga moment ini sekaligus dijadikan sebagai wahana “sosialisasi” dengan harapan bisa disebar-luaskan sehingga seluruh masyarakat mengetahui jika di Kecamatan Kebasen berdiri dan ada SMK Tunas Bangsa yang siap untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara dibidang pendidikan.
“saya tidak menduga sama sekali, klo panitia P3D Formasi Kadus ll Desa Kaliwedi datang yang kemudian menawarkan & melakukan kerjasama dalam tahapan pembekalan berikut mempercayakan pembuatan soal dan materi ujian ini kepada SMK Tunas Bangsa, “katanya seraya menambahkan, “mudah-mudahan kerjasama dan kepercayaan ini, bisa melahirkan sosok Kepala Dusun yang berkwalitas, “harapnya.
Sementara, mengawali pembekalan tersebut, selaku Nara sumber (fasilitator Kecamatan Kebasen-Adi Pramono) terlebih dulu menyatakan permintaan maafnya, atas ketidak hadiran pak camat akibat padatnya aktifitas dinasnya.
Sayangnya sebelum berakhirnya pembekalan, akibat ada seorang anggotanya yang menikahkan anaknya sehingga Kapten inf.Sugiyono mohon pamit tidak bisa mengikuti sampai purnanya acara.
Lebih lanjut Adi Pramono, menjelaskan secara rinci dan detail terkait beragam regulasi sebagai dasar dilaksanakanya P3D khususnya untuk formasi Kepala Dusun baik UU 6-2014, Permendagri, Perda, Perbub, dan Permendagri, yang ditandaskanya agar dipahami oleh seluruh peserta.
Bahkan tidak ketinggalan Adi memaparkan berbagai hal, baik DD, ADD, SOTK berikut tugas dan kewajiban Kepala Desa dan seluruh jajaran perangkatnya serta menjelaskan arti Perdes dan Perkades.
“Namun terlepas dari seluruh regulasi yang saya jelaskan secara rinci dan detail tersebut yang tidak kalah pentingnya, perlu saya tegaskan bahwa, “Calon perangkat desa yang lulus/tidak lulus, diterima/tidak diterima harus siap kalah dan sekaligus siap menang sehingga diharapkan kesadaran & pengertianya, “bagi yang tidak jadi mungkin itu yang terbaik, karena harus berkarya, mengabdi dan bekerja bukan sebagai perangkat desa, “adapun yg terpilih harus siap bekerja secara proporsional, profesional dan akuntabel untuk melakukan perubahan di wilayahnya ke arah yang lebih baik lagi, “tegasnya.
Tiba giliranya, mengawali sambutanya, Kapolsek Kebasen AKP. Hartoko yang diwakili oleh Bripka Budi SH (Bhabinkamtibmas) menyatakan permintaan maafnya atas ketidak hadiran bapak Kapolsek karena sedang mengikuti kegiatan di Polresta.
“Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan, yang pertama, saya menyampaikan apresiasi kepada panitia, para calon berikut Pemdes Kaliwedi, dan yang kedua, saya berpesan khususnya kepada seluruh peserta untuk belajar, belajar dan belajar.
“gunakan waktumu sebaik mungkin, dan bila ada kendala silahkan bertanya kepada panitia tapi jangan terkait materi dan soal, “kelakarnya.
Diharapkanya, siapapun yg terpilih nanyinya bisa berkordinasi dan bekerjasama demi terwujudnya keamanan dan ketertiban agar harmonisasi dalam kehidupan masyarakat desa kaliwedi tetap terkendali dan kondusif sehingga seluruh program bisa dilaksanakan dengan baik dan benar.
Sadangkan AKP.Sugiono yang diwakili oleh Serma Warsono, terlebih dulu memperkenalkan diri, klo dirinya merupakan Bhabinsa Kaliwedi, asli dari Desa Gambarsari.
“Dari 6 peserta yang nantinya lulus pasti hanya 1, makanya, semua calon harus belajar dan mempersiapkan diri serta mentaati seluruh tata tertib yang berlaku, “katanya seraya menjelaskan jika Prosesi P3D ini sudah sampai pada tahap akhir yaitu ujian sehingga klo di-ilustrasikan “tentara tidur bermimpi perang tapi untuk para calon bermimpi jadi Kadus”.
Namun yang pasti, “kata Warsono menambahkan, “siapapun yang nantinya terpilih harus bersinergi, bekerjasama, berkordinasi dalam segala hal demi menjaga dan menggeliatnya potensi yang ada di masyarakat.
Adapun dalam pembekalan tekhnis Ifra Tunggul SPd menjelaskan, jika jumlah soal yang akan diujikan adalah 100 dengan materi meliputi UUD, Bahasa Indonesia dan materi lokal dengan batas waktu pengerjaanya selama120 menit, menggunakan sistem aplikasi khusus agar bisa menjaga & mempertahankan kerahasiaanya.
Adapun untuk pasfor, nantinya saya bikin sesuai tanggal lahir masing-masing peserta, dan terkait soal kami jamin kerahasiaanya dan dibuat secara normatif sesuai pergub, “janjinya.
Ditegaskanya dari 100 soal minimal harus memperoleh nilai 65, mengingat klo sampai nilainya dibawah 65, maka peserta tersebut, tidak bisa melanjutkan ujian praktik.
“Sedangkan untuk ujian praktik ada 4 point yang masing-masing diberi waktu 30 menit yaitu : exsel, power print, microsoft word dan internet “.
Diharapkanya untuk seluruh peserta bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, karena pasca ujian, nilai itu langsung direkap dan ditempel dipapan pengumuman sehingga lolos dan tidaknya peserta bisa langsung diketahui, “timpalnya.
Pasca pembekalan tekhnik yang diwarnai beragam pertanyaan dari para peserta, Abas Rosyadi membacakan 19 point tata tertib ujian yang merupakan keputusan panitia sehingga tidak bisa diganggu-gugat
“Peserta yang melanggar tata tertib dianggap gugur, “tegasnya yang kemudian setelahnya, acara kemudian ditutup dengan bacaan hamdalah (suliyo)







