Langsa – Sosok yang dikenal dengan sebutan ““Bang “Koboy” menjadi sorotan kalangan jurnalis di Kota Langsa. Hal ini bermula dari tulisan serta pernyataan yang ia buat mengenai pentingnya integritas dalam profesi kewartawanan, namun justru menuai kritik balik dari rekan-rekan seprofesi.
Sejumlah wartawan menilai, pernyataan Bang Koboy terkait integritas belum sejalan dengan sikap maupun perilakunya di lapangan. Kritik keras datang dari salah seorang jurnalis senior yang akrab disapa **Mat Pistol**. Ia menyebut bahwa Bang Koboy seharusnya lebih banyak belajar tentang istilah, etika, serta penghargaan terhadap senioritas di dunia jurnalistik.
“Dalam dunia kerja manapun, termasuk jurnalistik, ada yang namanya senior dan junior. Namun Bang Koboy justru terkesan tidak memahami makna tersebut dan kurang menghargai rekan yang lebih dahulu berkiprah di dunia pers,” ujar Mat Pistol.
Selain itu, beberapa jurnalis juga menyinggung sikap Bang Koboy yang dinilai kurang profesional saat meliput kegiatan. Ia disebut meninggalkan arena sebelum liputan selesai, namun kembali hadir ketika pembagian uang transportasi telah selesai dilakukan. Hal inilah yang kemudian memunculkan persepsi negatif dari sejumlah wartawan.
Pernyataan Bang Koboy mengenai integritas juga dinilai kontradiktif. Menurut para jurnalis, integritas bukan sekadar slogan, tetapi harus dibuktikan dengan sikap dan konsistensi dalam menjalankan profesi.
“Kalau soal integritas, itu bukan diakui sendiri, tetapi dinilai oleh orang lain. Sama halnya dengan istilah garam yang asin, orang lainlah yang merasakannya, bukan garam yang menyebut dirinya asin,” tambah seorang jurnalis lainnya.
Sejumlah wartawan berharap Bang Koboy dapat lebih bijak, tegar, serta memahami kembali makna integritas sebelum melontarkan kritik terhadap pihak lain. “Kami berharap ia bisa sadar diri, menata sikap, dan benar-benar membuktikan integritasnya sebagai jurnalis, bukan sekadar ucapan,” tutup salah satu rekan media.



