Langsa, MediaIndonesia24.com -| Kian hari kian menghangat terkait adanya penjaringan bakal calon direktur RSUD Langsa oleh panitia penjaringan pemko langsa di duga kuat bernuansa kkn di karena kan nama calon direktur RSUD Langsa merupakan orang yang pernah di copot jabatanya karena kepemimpinannya terkesan sangat otoriter sampai-sampai seluruh pegawainya menyatakan menolak sosok tersebut adalah dr. syarbaini M.Kes. yang pernah menjabat direktur rumah sakit beberapa waktu yang lalu.
Beberapa pegawai berkomentar miring terkait pencalonan tersebut dengan melontarkan kalimat yang bernada “tim penjaringan calon direktur Rumah Sakit Umum Langsa kental unsur KKN dan juga di duga kuat ada main mata untuk menggol kan nama doktor syarbaini menjadi direktur Rumah sakit umum Langsa”, jika kita melihat ketiga nama calon seperti dr helmiza fahri. Sp. Ot., Drg Ridha zulkumar mars. Menjabat dokter gigi ahli madya dr donny mulizar M.H.M menjabat sebagai kepala bidang pelayanan media rumah sakit umum daerah langsa.
Ketiga nama calon tersebut merupakan pendamping atau dengan kata lain sebagai intat linto namun yang di bidik hanyalah dokter syarbaini , yang menjadi pertanyaan apakah tidak ada dokter lain yang mampu menjabat direktur rumah sakit umum langsa kenapa yang santer akan bertarung dokter syarbaini dan dokter helmiza fahry, sementara dokter helmiza di anggap juga tidak becus oleh Pemko Langsa di dalam memimpin rumah sakit umum langsa sampai berita ini di turununkan dokter helmiza masih menjabat Plt sudah 4 tahun masih dalam posisi sebagai pelaksana tugas pimpinan Rumah Sakit Umum Langsa .
Harapan pegawai Rumah Sakit Umum Langsa meminta kepada tim penjaringan bakal calon direktur Rumah Sakit Umum langsa untuk dapat mengganti kedua nama tersebut di atas agar tidak terkesan memiliki nuansa KKN, publik juga ikut menyoroti perihal tim penjaringan sehingga rumah sakit umum langsa dapat tumbuh dan berkembang baik dalam memberikan pelayanan kepada para pegawai dan staf sebagai bentuk sinergisitas dan dapat juga memberikan pelayanan kepada para pasien di wilayah Kota Langsa.
Menurut sumber yang layak di percaya memberi informasi bahwa hasil wawancara sangat berbeda dengan yang di umumkan oleh panitia seleksi atas nama dokter syarbaini di harapkan panita seleksi bekerja profesional transparan dan akuntabel di dalam menempatkan seseorang dalam jabatan pemimpin seperti direktur RSUD Langsa jangan hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan sehingga nantinya membawa dampak buruk terutama dalam pelayanan kesehatan baik pasien juga para pegawai di lingkungan rumah sakit umum langsa semestinya tim penjaringan belajar dari pengalaman masa lalu dimana antara pemimpin dan bawahan tidak dapat bekerja sama bahkan hubungan tidak harmonis yang berdampak kepada pelayanan pasien di Rumah Sakit Umum Langsa publik berharap tim penjaringan dapat mengkaji ulang keputusannya sehingga masyarakat menaruh kepercayaan kepada tim penjaringan dalam profesionalisme dalam pengambilan keputusan (Suriady Ks)







