Media indonesia 24 .com Aceh Timur/- Para nelayan mengeluh di karenakan sulitnya untuk mengurus Perpanjangan izin Bot Nelayan sehingga para nelayan tidak nyaman di dalam mencari nafkah di akibatkan perpanjangan izin terlalu mahal di patok kisaran Rp.2 juta rupiah.
Jika Pemerintah Aceh terus mempersulit biaya perizinan Bot nelayan di khawatirkan masyarakat kecil tertekan akibat tingginya biaya pengurusan surat perizinan, sementara lapangan kerja tidak mampu tercipta sehingga masyarakat hidup dalam kemiskinan , padahal Pemerintah Aceh mendapat perimbangan dana Migas yang telah di temukan di wilayah Aceh.
Pemerintah Aceh Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Aceh oknum Polda Aceh di duga bekerja sama dengan dinas kelautan dan perikanan Provinsi Aceh di duga mempersulit para Toke Bot nelayan dalam pengurusan izin perpanjangan bot nelayan dengan tarif yang mencekik kisaran Rp 2 juta per satu Toke Bot nelayan itu pun pemilik bot harus datang sendiri ke Banda Aceh jika tidak mereka tidak mau mengeluarkan surat izin pelayaran.
bahan bakar minyak berjenis solar harganya sudah tidak sesuai lagi bukan dengan harga subsidi sehingga nasib para nelayan Toke Bot merasa harga minyak solar terkesan sangat mencekik dengan harga di perkirakan sembilan ribu perliternya, ujar sumber yang tidak ingin di sebutkan jati dirinya mengatakan kepada media online saat di konfirmasi.
Menurut pemerhati pengamat pemantau publik daerah Provinsi Aceh ini bung Karo- Karo menyimpulkan adanya keluh kesah para nelayan mencari ikan di laut Perairan Kabupaten Aceh Timur.(silet)







