Mediaindonesia24.com,Aceh Barat- Wakil II ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Haji Kamarudin menyoroti dan meminta ganti rugi kepada PLN terkait kerugian masyarakat yang disebabkan listrik padam-padam.
Pemadaman yang merata di Kabupaten Aceh Barat dinilai merugikan banyak pihak dan banyak pekerjaan yang tertunda sehingga masyarakat mengadu pada dirinya terkait adanya kerusakan alat rumah tangga masyarakat sebap aliran listrik yang tak kunjung setabil.
“Terlepas dari kendala atau permasalahan yang terjadi di lapangan, pekerjaan-pekerjaan yang harusnya lebih cepat dan bisa diselesaikan hari in, malah tertunda karena aliran listrik padam-padam sehingga mengakibatkan kerugian,” kata Hakam, Rabu (05/06/2024)
Haji kamaruddin sering disapa Hakam menjelaskan Dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan Pasal 29 ayat (1) huruf e jelas disebutkan konsumen berhak untuk mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/ atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik.
“, Ada undang-undang yang mengatur terkait perlindungan konsumen Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan Pasal 29 ayat (1) huruf e berhak mendapatkan ganti rugi”, Terangnya Hakam
Ungkap Hakam, Terjadinya gangguan pelayanan listrik, sangat merugikan masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah, apalagi terjadi pemadaman dalam kurun waktu yang cukup lama. Belum lagi, jaringan telekomunikasi yang ‘hancur’ di saat bersamaan dengan padam-padam listrik.
Lebih lanjut Dalam Pasal 2 undang-undang ini juga ditegaskan, pembangunan ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik, dan harga yang wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“kita selaku pengawas berharap PLN dapat Menganti rugai konsumen yang merasa dirugikan akibat padamnya listrik tak menentu”, pungkasnya Haji kamarudin selaku Wakil ll ketua DPRK Aceh Barat
Tambahnya, yang iya sesalkan adalah sumber energi listrik Pembangkit listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Aceh Barat sangat besar, namun sangat di sayangkan sering terjadi padam lampu seperti Tutut dan Woyla bahkan daerah terpencil lainya.
“paling kita sesal kan adalah sumber energi listrik (PLTU) Daerah kita, sering pemadan seperti Tutut dan Woyla daerah terpencil nya”, Tegasnya.(BT)







