Maluku-Kabartujuhindonesia
Desa Awear Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, belakangan ini menjadi sorotan akibat dugaan penyalagunaan anggaran negara yang merugikan masyarakat setempat. SW, seorang wartawan yang konsisten mengungkap dugaan kasus tersebut, menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi kebenaran dan keadilan meskipun dihadapkan dengan ancaman dan fitnah.
SW yang juga merupakan anak dari desa Awear Fordata, menyatakan bahwa meskipun ada tekanan yang besar, dirinya tidak akan mundur dalam menjalankan tugas sebagai fungsi kontrol sosial, sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999.
“Sebagai wartawan, saya berkomitmen untuk mengungkap setiap dugaan penyalagunaan anggaran negara yang berpotensi merugikan masyarakat. Saya tidak akan gentar meskipun ada ancaman atau fitnah terhadap diri saya. Ini adalah tugas saya untuk terus memperjuangkan kebenaran,” ujar SW.
Selain itu, SW juga meminta agar pihak terkait, khususnya Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, segera merespon gejolak yang terjadi di desa Awear Fordata. “Harapan saya agar pemerintah segera turun tangan, agar proses penyelidikan kasus ini bisa berjalan dengan transparan dan adil, demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.
SW juga mengajak seluruh pihak di Desa Awear Fordata untuk tetap sabar dan mendukung upaya yang dilakukan demi kebaikan bersama. “Saya sebagai anak Awear Fordata berjanji untuk terus berbuat yang terbaik bagi desa saya, meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar,” tegasnya.
Dengan komitmen yang kuat untuk mengungkapkan kebenaran dan keadilan, SW bertekad untuk terus melaksanakan tugasnya sebagai wartawan yang independen dan bertanggung jawab.SW



