Aceh Tamiang— Aksi cepat dan penuh kepedulian kembali ditunjukkan oleh tim Ambulans UPTD Puskesmas Manyak Payed. Seorang pria bernama Eriyanto, warga Kampung Geulanggang Merak, Dusun Matang Gisa, Kecamatan Manyak Payed, ditemukan dalam kondisi lemah dan sesak napas di pinggir Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, tepatnya di depan konter HP “Fahmi Ponsel” pada 15/05/2025 Hari kamis pukul 22.10 Wib ( malam hari) .

Kisah ini berawal saat rekan media mencari informasi nomor sopir ambulans untuk meminta bantuan darurat. Setelah diketahui bahwa sopir ambulans, Tanpa membuang waktu, Satria langsung meluncur ke lokasi beserta perawat jaga bernama bambang
Setibanya di tempat kejadian, Eriyanto sudah terbaring dalam kondisi kritis. Ia mengaku mengalami sesak napas hebat akibat penyakit jantung yang dideritanya, dan dalam keadaan lemas tak berdaya. Melihat kondisi itu, Satria langsung berkoordinasi untuk meminta pihak keluarga menjemput Eriyanto agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Eriyanto mengungkapkan bahwa ia sudah tiga kali menjalani perawatan di rumah sakit. Dokter menyarankan rujukan ke RS Murni Teguh Medan untuk menjalani operasi, namun apa daya, keterbatasan ekonomi menjadi hambatan utama. Bahkan, kartu BPJS miliknya sudah tidak aktif sehingga seluruh biaya pengobatan harus ditanggung sendiri.
“Saya hanya buruh harian lepas. Untuk makan saja susah, apalagi biaya berobat. BPJS saya pun sudah tidak berlaku,” ujar Eriyanto lirih.
Karena tak kunjung membaik, ia nekat keluar rumah meski dalam kondisi tubuh lemah dan tidak stabil. Ia berjalan hingga akhirnya jatuh di depan konter HP dan tidak mampu melanjutkan langkah.
Kisah Eriyanto menyentuh hati banyak pihak dan menjadi pengingat betapa pentingnya akses layanan kesehatan yang merata dan tepat sasaran. Kepedulian Satria dan tim UPTD Puskesmas Manyak Payed malam itu telah menjadi penyelamat di tengah keterbatasan.
Eriyanto pun mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. “Saya sangat bersyukur ada yang peduli. Terima kasih banyak kepada abang-abang ambulans dari Puskesmas Manyak Payed. Mereka bergerak cepat dan tidak memandang siapa saya.”
Kini, Eriyanto hanya bisa berharap pemerintah dan rumah sakit bersedia memberi keringanan, agar BPJS miliknya dapat diaktifkan kembali dan ia bisa menjalani operasi yang telah lama tertunda.

