google.com, pub-3988382010432274, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bom Molotov Dilempar ke Rumah Jurnalis Investigasi Narkoba di Langkat, Keluarga Nyaris Jadi Korban

Eko Sinamo.Sth

April 11, 2025

Langkat, Sumatera Utara – Sebuah serangan mengejutkan terjadi terhadap seorang jurnalis di Kabupaten Langkat. Rumah milik Joko Purnomo, jurnalis media online yang tengah melakukan investigasi tentang peredaran narkoba di Langkat, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Jumat dini hari, 11 April 2025. Peristiwa ini menjadi sorotan publik sebagai salah satu kasus kekerasan terhadap jurnalis di Sumatera Utara yang paling mencemaskan tahun ini.

Insiden tragis tersebut terjadi di kediaman Joko di Jalan Besitang, Sei Lepan, Langkat. Saat kejadian, istrinya, Virda Panggabean, terbangun karena mendengar suara kaca pecah. Ketika mengintip dari jendela, ia melihat kobaran api yang langsung membesar dari dalam rumah.

“Ketika saya bersama istri dan anak keluar rumah, gorden kamar anak kami sudah terbakar. Kami langsung berupaya memadamkan api secepat mungkin,” ujar Joko Purnomo, yang menduga kuat bahwa aksi tersebut berkaitan dengan investigasi jurnalistiknya terhadap jaringan narkoba di Kabupaten Langkat.

Setelah api berhasil dipadamkan, Joko menemukan pecahan botol kaca sirup dan kain kaos terbakar yang masih menyebarkan aroma bahan bakar minyak. Hal ini menguatkan dugaan bahwa pelaku melemparkan bom molotov ke rumah jurnalis, dengan tujuan menebar teror.

“Memang belakangan ini saya sedang menelusuri aktivitas bandar narkoba yang sangat meresahkan masyarakat Langkat. Saya tidak tahu siapa pelakunya, tapi saya minta polisi segera bertindak,” tambahnya.

Joko Purnomo melaporkan insiden serangan bom molotov ini ke Polsek Pangkalan Berandan. Kapolsek AKP Irwanta Sembiring mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan kini tengah melakukan penyelidikan.

“Kami sedang dalam tahap lidik. Penyelidikan akan dilakukan secara mendalam untuk mengungkap pelaku penyerangan ini,” tegas AKP Irwanta.

Serangan ini menjadi alarm keras bagi keamanan para jurnalis, khususnya yang aktif meliput kasus sensitif seperti narkoba. Serangan terhadap wartawan investigasi narkoba menunjukkan bahwa kebebasan pers masih menghadapi ancaman nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!