google.com, pub-3988382010432274, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ketua DPD SWI Aceh Tamiang kecam keras pernyataan Menteri Desa

Redaksi

Februari 2, 2025

Aceh Tamiang , Kabartujuhindonesia. Pernyataan bahwayang di keluarkan dari menteri PDM mendapatkan respon dari berbagai kalangan baik dari LSM dan Organisasi Wartawan, Ketua SWI DPD Aceh Tamiang Hendriko Lubis menyampaikan Kekecewaan nya atas pernyataan Menteri Desa & Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri susanto dalam sebuah kegiatan kementerian desa yang tersebar melalui video di sosial media yang viral .

Dalam cuplikan video yang telah viral sabtu (1/2/2025) , Menteri Yandri Susanto menyebut adanya wartawan bodrex yang kerja nya menakut-nakuti kepala desa, “mereka mutar itu, hari ini ke ke kepala desa ini minta satu juta, jari kalo tiga ratus desa, tiga ratus juta, kalah tuh gaji kemendes, gaji menteri” Ujar Yandri Susanto sambil tertawa.

Hendriko menilai pernyataan menteri desa dan PDT itu telah melecehkan wartawan sebagai sebuah profesi terhormat sebagaimana amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
” Seharus nya menteri itu paham, karena yang disebut itu wartawan yang artinya keseluruhan wartawan bukan oknum. Tentu ini orang pintar harus lebih memahami kata-kata ” Tegas Hendriko dalam kekesalan nya.

Dikatakan, wartawan bondrex itu adalah stigma, hanya istilah ;karena itu bukan wartawan sebagaimana umum nya yang menjalankan kerja jurnalistik sesuai ketentuan UU Pers,. ” Mereka itu adalah oknum yang menunggangi profesi wartawan, jadi sekali lagi kami minta Menteri Desa untuk buktikan ucapan nya ;” Tungkas Hendriko Lubis.

Hendriko Lubis meminta semua pihak, terutama pejabat untuk stop dan hentikan menyampaikan stigma-stigma yang melecehkan wartawan sebagai sebuah profesi . Peningkatan profesional isme jajaran wartawan lingkup organisasi Sekber Wartawan Indonesia (SWI) telah menjadi komitmen organisasi wartawan , “wartawan sebagai sebuah profesi harus mempunyai kompetensi yang di dapat melalui pelatihan singkat, pendidikan singkat atau. Formal. Dengan pelatihan tersebut wartawan memiliki keahlian. Wartawan berkerja tidak semata-mata karena profesi nya namun juga memiliki tanggung jawab terhadap karya jurnalistik nya ;” Urai Hendriko lubis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!