Aceh Tamiang – terasjurnalis.net
Rumah tua di Desa Perkebunan Pulau 3 Blok 40, Tenggulun, Aceh Tamiang
Gelap jadi teman, senter jadi penerang. Air bersih dan listrik hanya ada di cerita orang. Sampai suatu hari, ada yang datang bukan membawa belas kasihan… tapi membawa harapan.
Namanya Nek Kirah. 70 tahun.
Tinggal sebatang kara di rumah tua nan usam. Dindingnya reot. Atapnya bocor. Lantainya tanah.
Listrik? Tidak ada.
Air bersih? Tidak ada.
Yang ada hanya senter kecil. Itu pun kalau baterainya masih hidup.
Tiap malam tiba, rumah itu kembali gelap. Dengan mata yang sudah hampir tak bisa melihat, dengan tubuh renta yang susah berdiri, Nek Kirah meraba dinding untuk berjalan. Berjuang. Sendiri. Fisiknya renta. Hingga kepedulian satu orang memanggil perhatian banyak orang.
Tetangga lewat. Pemerintah lewat. Tahun berganti.
Tapi gelap itu tetap tinggal bersama Nek Kirah.
Sampai kabar itu sampai ke Lena Hati Kusuma Atmaza Rao. Anggota DPRK Aceh Tamiang dari Fraksi Partai NasDem.
Dia tidak bisa tidur. Bagaimana mungkin di tahun ini, masih ada nenek 70 tahun hidup tanpa cahaya?
Jumat, 31 Juli 2026.
Lena datang. Tidak membawa kamera untuk pencitraan. Dia datang membawa dr. Tofik Haranas Lubis dari Puskesmas Tamiang Hulu, membawa Datok(Kades) Jumani, dan membawa ibu-ibu senam “Macan”.
Mereka datang bukan bawa janji. Mereka datang bawa bukti: bahwa Nek Kirah belum dilupakan.
Mereka duduk di lantai rumah Nek Kirah. Mereka pegang tangan Nek Kirah yang keriput. Mereka periksa nadi, tekanan darah, dan tanya: “Nek, selama ini makan apa? Tidur gimana?”
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Rumah tua itu ramai. Rumah tua itu terang. Bukan karena listrik. Tapi karena ada manusia yang peduli.
Ini bukan laporan.
Ini jeritan pelan dari Pulau 3 Blok 40.
Kami menulis ini untuk mengetuk pintu hati Pemerintah Daerah Aceh Tamiang dan lembaga struktural lainnya.
Agar Nek Kirah tidak lagi menunggu malam dengan senter.
Agar di usia senjanya, Nek Kirah bisa tidur dengan lampu menyala, bisa minum air bersih, bisa merasa.bahwa dia tidak sendiri.
Negara hadir bukan di atas kertas. Tapi saat ada yang rela datang, bawa dokter, bawa senter lain.. selain senter milik Nek Kirah.
_”Jangan biarkan senja seseorang, dilewati dalam gelap.”_
Penulis:Rama .G







