google.com, pub-3988382010432274, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menelisik Kembali Memorial Perjalanan Presiden Republik Indonesia Ke-2 “Soeharto Pahlawan Nasional RI”

Rama Gunawan

November 18, 2025

Aceh – Indonesia I terasjurnalis.net

Soeharto dilantik sebagai presiden Indonesia pertama kali pada 27 Maret 1968 oleh MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara). Pelantikan ini terjadi setelah ia ditunjuk sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967 dan kemudian ditetapkan sebagai presiden secara sah melalui Sidang Umum MPRS.

Soeharto adalah seorang perwira militer dan politikus yang menjabat sebagai Presiden Indonesia kedua. Pemerintahannya selama 31 tahun dan 70 hari membuatnya menjadi presiden dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Indonesia. Soeharto dilahirkan di Kemusuk, dekat kota Yogyakarta, pada masa kolonial Belanda.

Anak-anak Soeharto terdiri dari enam orang: Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek). Masing-masing memiliki jejak di bidang bisnis dan terkadang politik.

Pencapaian terbaik Soeharto selama menjadi presiden adalah pembangunan ekonomi, yang ditandai dengan pertumbuhan pesat, swasembada pangan, dan penurunan kemiskinan, serta stabilitas politik dan keamanan yang terjaga melalui pembangunan infrastruktur, program pembangunan, dan pengendalian penduduk. Selain itu, ia juga berhasil membangun infrastruktur yang masif, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta mengukuhkan posisi Indonesia di kancah internasional.

Program-program pertanian, seperti swasembada beras, diapresiasi luas oleh rakyat.Beberapa survei pasca-reformasi, seperti yang dilakukan oleh Indo Barometer, menunjukkan bahwa sebagian responden menganggap Soeharto sebagai presiden yang paling disukai dan paling berhasil dalam memimpin.

program Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) dan pengentasan inflasi di awal pemerintahannya. Kebijakan ini, yang didukung oleh “Mafia Berkeley” dan program seperti “Intensifikasi Pertanian,” berhasil menekan inflasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan mencapai swasembada beras, serta menjadikan Soeharto sebagai “Bapak Pembangunan”.

Stabilisasi ekonomi: Menurunkan inflasi dari 650% menjadi di bawah 20% pada awal 1970-an dan mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% per tahun.

Swasembada beras: Program pertanian modern yang berhasil menjadikan Indonesia swasembada beras dan diakui oleh FAO pada tahun 1984.

Bapak Pembangunan: Gelar yang diberikan oleh MPR pada tahun 1982 karena keberhasilan pembangunan industri, pendidikan, dan wirausaha.

Reporter:(RG)

error: Konten dilindungi!!