Kabartujuh.com Langsa/- Ratusan mahasiswa Universitas Samudra Langsa melakukan aksi demo di halaman Kantor DRPK dalam aksi tersebut sejumlah mahasiswa melakukan pembakaran ban untuk meminta Ketua DPR beserta anggota DPR lainnya agar mau bertemu dengan mahasiswa dalam hal menyampaikan orasi dan tuntutan mahasiswa yang perlu menjadi perhatian pihak DPRK Kota Langsa.
Cuaca ekstrim di bawah terik matahari tidak menyulutkan para mahasiswa melakukan aksi demo dengan meneriakkan yel-yel yang di sertai gemuruh sorak sorai para anggota sambil berorasi menuntut Lima tuntutan yang harus di respon oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kota Langsa dalam mengsikapi tuntutan mahasiswa untuk di respon dengan cepat karena di anggap sangat Urgent oleh ketua presiden mahasiswa beserta wakil presiden mahasiswa yang di dukung ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan.
Bermula para mahasiswa tidak di perkenankan untuk masuki halaman Kantor DPRK Langsa namun setalah terjadi dialong panjang akhirnya para mahasiswa di perkenankan masuk dan di terima oleh pimpinan DPRK Langsa Melvita Sari dan juga Ketua DPRK berkenan duduk berpanas panasan bersama seluruh mahasiswa yang juga ikut duduk untuk mendengarkan tanggapan dari ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota langsa .
Ada pun tuntutan Mahasiswa 5 poin yang di serukannya antara lain sebagai berikut:1 menuntut Presiden Republik Indonesia untuk merevisi INPRES Nomor satu tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, 2 mendesak DPR-Ri untuk segera mengesahkan RUU Perampasan aset,3 menuntut DPRK Langsa untuk segera menyelesaikan permasalahan yang ada di internal,4 menuntut DPRK Langsa untuk menyikapi dengan tegas kasus eksploitasi anak di Kota Langsa,5, menuntut DPRK Langsa menyikapi dan bertindak tegas atas kasus pemukulan terhadap pelajar oleh ASN di Kota Langsa.
Melvita sari selaku ketua DPRK Kota Langsa menerima 5 butir tuntutan mahasiswa dan dirinya berjanji akan menyelesaikan persoalan internal DPRK dengan sesegera mungkin kepada mahasiswa di minta untuk memberikan waktu dalam penyelesaian konflik internal khusus untuk poin kelima Melvita Sari selaku ketua DPRK menyatakan dengan tegas terkait kasus pemukulan saat ini sedang di tangani oleh pihak kepolisian dan telah menjadi tersangka sebutnya dengan tegas agar di kemudian hari tidak terulang peristiwa yang sama kepada pelajar lainnya mengakhiri tanggapan dan tuntutan para mahasiswa yang melakukan aksi demo semua pihak setuju sehingga mahasiswa membubarkan diri dengan tertib dan juga di antar kembali ke kampus dengan menggunakan REO atau mobil terbuka dari MAPOLRES Kota Langsa .(UCI)

