Lhokseumawe – Dalam upaya mewujudkan perlindungan yang lebih kuat bagi anak dan perempuan di Kota Lhokseumawe, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melaksanakan rangkaian kegiatan kolaboratif lintas sektor selama tiga hari berturut-turut.
Kegiatan ini bertajuk “Pertemuan Kerja Sama Lintas Sektor dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Anak (KtA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Perkawinan Anak Tahun 2025*, dan berlangsung di Kantor DP3AP2KB Kota Lhokseumawe sejak Kamis, 7 Agustus 2025.
Kepala DP3AP2KB Kota Lhokseumawe, Salahuddin, S.ST., M.S.M., menegaskan bahwa pendekatan terpadu antarinstansi adalah langkah penting untuk menghadapi kompleksitas persoalan yang dihadapi anak dan perempuan dewasa ini. “Kami menyadari bahwa pencegahan kekerasan dan eksploitasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara instansi pemerintah, tokoh masyarakat, penegak hukum, dan elemen masyarakat lainnya,” jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta yang terdiri dari berbagai unsur—termasuk lembaga pendidikan, kepolisian, kejaksaan, tokoh agama, organisasi perempuan, serta perwakilan milenial—mendiskusikan strategi pencegahan dan penanganan kasus-kasus yang menyasar kelompok rentan. Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperkuat jaringan kerja di tingkat lokal.
Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, Susilawati, S.Pi., menyampaikan bahwa kegiatan ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan semua sektor dalam menghadapi potensi kekerasan dan pelanggaran hak anak. “Tidak cukup hanya dengan mengetahui persoalan. Kita harus bergerak bersama, cepat, dan tepat. Perkawinan anak, perdagangan orang, anak berhadapan dengan hukum—semua itu butuh penanganan yang bersinergi,” tegasnya.
Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini menjadi momen memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan komitmen lintas sektor yang terbangun, DP3AP2KB optimis Lhokseumawe dapat menjadi kota yang lebih ramah terhadap anak dan perempuan.



