Beranda Banda Aceh Angin Kencang Menyebabkan Siswa SD banda Aceh Meninggal akibat Reruntuhan Plafon

Angin Kencang Menyebabkan Siswa SD banda Aceh Meninggal akibat Reruntuhan Plafon

17
0

Banda Aceh (MEDIAINDONESIA24).-Angin kencang yang terjadi di Banda Aceh pada hari Rabu (18/09/2024) menyebabkan insiden tragis di SDN 62 Banda Aceh. Saat para siswa sedang di arahkan kembali ke kelas setelah peringatan adanya cuaca buruk, sebagian plafon di lantai dua sekolah tersebut runtuh

Reruntuhan plafon itu menimpa tiga siswa yang sedang berada di dalam antrean untuk masuk kelas. Kejadian ini begitu cepat dan tak terduga.

Syakir Arkan, warga Dusun Lamthu Gampong Cot Mesjid  salah satu siswa yang tertimpa reruntuhan, mengalami luka parah di bagian kepala dan tidak dapat di selamatkan, Ia meninggal di lokasi kejadian, Sementara temannya Lutfi, warga Gampong Tanjung terkena pecahan kaca dan dirawat di rumah sakit.

Kapolsek Lueng Bata Iptu Rizu Fahmi membenarkan kejadian tersebut saat jam istirahat sekolah.

“Ada satu siswa meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Selain itu, tiga korban lainnya juga terluka dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Iptu Rizu Fahmi.

Polsek Lueng Bata kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab runtuhnya plafon

Peristiwa ini mengguncang pihak sekolah dan keluarga para korban, yang tak menyangka tragedi ini akan terjadi pada saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.Kejadian ini menimbulkan perhatian besar dari masyarakat, terutama karena cuaca ekstrem yang semakin sering melanda wilayah tersebut.

BMKG telah memperingatkan bahwa Banda Aceh dan sekitarnya diprediksi akan mengalami angin kencang dan hujan dalam beberapa hari mendatang.

Pihak sekolah dan pemerintah daerah segera melakukan audit terhadap bangunan sekolah di wilayah tersebut untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kejadian ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kesiapan dan penanggulangan bencana, terutama di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para siswa.Selain itu, evaluasi terhadap kualitas infrastruktur di sekolah-sekolah di wilayah rawan bencana harus segera dilakukan demi keselamatan generasi penerus bangsa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini