Aceh Tamiang, ACEH I terasjurnalis.net
Pasca banjir Bandang di Kabupaten Aceh Tamiang banyak relawan dan dermawan hadir untuk membantu dalam misi kemanusiaan, hadir nya cerita luka dan duka dibalik tumpukan rumah yang hancur terseret oleh derasnya deru air.Hal serupa juga dirasakan oleh Relawan lokal yang bergabung bersama relawan luar daerah lainnya.
Jumat(19/12/2025) menjadi saksi kepahitan relawan lokal,dibalik menjadi korban mereka juga berpartisipasi menjadi relawan untuk daerah nya sendiri.getir memang menjadi frasa dalam rasa seorang anak kecil hadir bergerombolan berdatangan menghampiri salah seorang relawan yang berdiri menatap kaku dibalik puing-puing hancur nya ratusan rumah di Kampung Babo ,
“Om ada jajan,minta jajan om ,kami gak punya jajan om”, sang relawan abuavin terhenyuh bukan tak ingin memberi namun barang yang dibawa sendiri memang tidak ada jajan didalam box melainkan mobil bermuatan tandon air dan alat filterisasi air bersih
Abuavin terhenyuh sendiri terpaku melihat gerombolan bocil yang menghampirinya dan menanyakan jajan pada dirinya ,tidak tinggal diam Alvin langsung merogoh kantong nya dan memberi uang kepada bocil-bocil itu namun kembali Alvin terhenyuh dengan kata singkat yang mereka ucapkan
” Kami gak mau duit om,kami mau jajan aja boleh om”,
Abuavin seolah habis kata semakin terpaku bersama dingin nya pekat malam dengan sinar cahaya sederhana berupa sentir dan lilin, menghela nafas untuk menahan air mata meyakinkan diri sendiri agar lebih kuat dari apa yang mereka rasakan
” Saya tidak tau apalagi yang harus saya katakan,mereka masih terlalu kecil untuk keadaan seperti ini”, abuavin seraya berkata
“Saya akan datang kembali membawa jajanan buat mereka”,.
Jurnalis : Rama. G

