Aceh Tamiang I terasjurnalis.net
Yayasan Berkah Negeri Berseri Kembali Meresmikan Dapur SPPG di Desa Tangse Lama, Kecamatan Seruway, demi mendukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat kini menjangkau lebih banyak siswa di Kabupaten Aceh Tamiang.
Peresmian dapur sehat di bawah naungan Yayasan Berkah Negeri Berseri, Senin (20/10/25), menjadi langkah nyata untuk memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang optimal.
Kepala SPPG Tangse Lama Surya Darma,S.Sos menjelaskan, pentingnya peran lembaga sosial dalam menebar manfaat, mohon bantuannya agar SPPG ini berjalan lancar.
Dapur yang berlokasi di Jln Tangse Lama Gedung Biara, Desa Tangse Lama, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, ini akan melayani 1.685 siswa dari Sebelas (11) sekolah diantaranya, Taman Kanak-kanak 5 (lima), Sekolah Dasar 2(dua), Sekolah Menengah Pertama 3 (tiga), Sekolah Menengah Atas 2(dua).
1. TK IT tahfidz Qur’an : 30
2. TK Khairul Ummi 12
3. TK 2 Seruway : 76
4. TK Raudhatul rahman: 19
5. TK Al Azhar Darussalam: 8
5. SD IT tahfidz Qur’an: 362
6. SD muka sei kuruk : 278
7. SMP 2 Seruway : 174
8. Mts alfuad : 225
9. SMP IT tahfidz Qur’an: 84
10. SMAN 2 Seruway : 232
11. Mas alfuad: 185
Dapur ini diharapkan bisa menjadi solusi kebutuhan gizi para siswa.
Ketua Yayasan Berkah Negeri Berseri, Syahriel Nasir menyampaikan bahwa pendirian dapur sehat ini merupakan bagian dari upaya Badan Gizi Nasional untuk mempercepat program presiden di wilayah yang belum tersentuh secara optimal.
“Fokus kami adalah memastikan anak-anak sekolah bisa tumbuh kembang dengan baik dan mendapatkan gizi yang baik pula,” ujar Nasir.
Pembagian makanan akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, dengan dua pilihan waktu: pagi (pukul 07.00–08.00) atau siang (pukul 11.00–13.00). Koordinasi erat dengan pihak sekolah menjadi kunci utama kelancaran program ini.
Nasir menambahkan bahwa yayasannya bertugas memfasilitasi sarana dan prasarana, sementara menu makanan dirancang oleh ahli gizi untuk memastikan komposisi yang tepat bagi anak usia sekolah, Dapur SPPG Yayasan Berkah Negeri Berseri sudah memiliki dua Dapur, InsyaAllah nanti akan ada lagi untuk Kecamatan Kejuruan muda.
Yayasan Berkah Negeri Berseri akan mengelola lima SPPG untuk wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
“Mudah-mudahan ke depan program ini terus lancar dan menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045, mohon bantuan dari rekan- rekan, baik masukannya atau ada yang perlu diperbaiki, agar kami perbaiki dan program ini menjadi lancar.
Target untuk SPPG Tangse Lama sebanyak 2.885 siswa, minggu pertama mengontribusi kan sebanyak 1.685, minggu kedua sebanyak 2000-an dan mungkin di minggu ketiga baru sebesar 2.885,”Pungkas Ketua yayasan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Maddiah, M.Pd yang mewakili Bupati Aceh Tamiang memberikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebut dapur ini sebagai rangka pemenuhan gizi keluarga dan lingkungan sekolah.
Pembentukan dan pembinaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap wilayah adalah langkah strategis untuk memastikan program pemenuhan gizi dapat berjalan efektif dan tepat.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang salah satunya dimulai dari pemenuhan gizi yang optimal.
Gizi yang seimbang adalah pondasi utama bagi tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, serta produktivitas masyarakat secara keseluruhan.
Program ini merupakan wujud nyata dari upaya kita untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
SPPG diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu implementasi program makan bergizi gratis di sekolah-sekolah, memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya konsumsi pangan lokal yang beragam dan bergizi, serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam upaya peningkatan gizi.
Asisten II menambahkan Bahwa tugas yang SPPG emban tidaklah ringan, namun sangat mulia. Anda adalah ujung tombak dalam memastikan setiap anak, ibu hamil, dan keluarga mendapatkan asupan gizi yang terbaik. Semangat dan dedikasi anda sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi Kabupaten Aceh Tamiang bebas dari masalah gizi, seperti stunting.
Tantangan dalam upaya pemenuhan gizi selalu ada, namun dengan semangat kebersamaan, koordinasi yang baik, dan kerja sama yang solid, saya yakin kita dapat mengatasinya.
Jadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui pembinaan ini, saya berharap para pengelola dan anggota SPPG dapat:
– Meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola program pemenuhan gizi di lapangan.
– Membangun koordinasi dan komunikasi yang efektif antar anggota dan dengan pihak terkait lainnya.
– Memanfaatkan kearifan lokal, seperti penggunaan bahan pangan lokal, untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Mari kita kuatkan sinergi dan komitmen bersama untuk mencapai tujuan mulia ini, dengan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul demi kemajuan bangsa khususnya Aceh Tamiang yang kita cintai, “tutupnya.
Mengakhiri kegiatan dengan memberi santunan Anak yatim dan memotong pita peresmian.
Turut hadir di acara, Bupati Aceh Tamiang diwakili Asisten II, Ketua DPRK Aceh Tamiang diwakili Kabag Humas, Camat Seruway diwakili, Koramil, Kapolsek, Pj. Datok Tangse lama, Tokoh Kampung, Tokoh Pemuda, dan Tamu undangan.
(Red)







