Aceh Tamiang I terasjurnalis.net
Dua Kampung(Desa*Red) Terisolir di semenanjung Kabupaten Aceh Tamiang butuh perhatian dari pemerintah,Kampung Tanjung Binjai dan Kampung Kuala Penaga menjadi perhatian dimana akses warga masih melintasi sungai menggunakan getek atau( rakit penyeberangan sederhana)sehingga beberapa akses seperti mengangkut pertanian,anak sekolah dan para ibu hamil menjadi permasalahan paling pokok dihadapi oleh masyarakat dalam kegiatan sehari-hari,Rabu(15/10/2025)
Menurut pantauan awak media dilapangan warga sendiri sangat membutuhkan sentuhan tangan dari pemerintah Daerah maupun pemerintah pusat untuk bisa membangun sebuah jembatan permanen penghubung diantara dua kampung tersebut,Dimana sarana transportasi sebelumnya terdapat jembatan gantung yang telah usang dan lapuk,beberapa kerusakan pada lantai dan handrail jembatan sehingga harus sangat berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut,Parahnya lagi ketika musim penghujan dan banjir jembatan tersebut tidak dapat dilewati oleh warga
“Kami sangat membutuhkan jembatan permanen bang,sentuhan tangan pemerintah menjadi harapan terbesar kami saat ini,jembatan sebelumnya sudah lapuk terkena banjir dan menjadi ketakutan tersendiri bagi kami untuk melintasi nya ,hasil pertanian ,anak sekolah,ibu hamil menjadi alasan kami untuk mengeluh kepada pemerintah”,ujar beberapa warga saat hendak mengarungi sungai menggunakan getek
Sensasi melintasi sungai menggunakan getek setiap hari nya dirasakan oleh warga ,Besar harapan warga kepada pemerintah untuk segera dapat menampung keluh kesah mereka agar seluruh kegiatan berjalan dengan normal.
“Semoga saja bang keluh kesah kami dapat segera di dengar oleh pemerintah,sensasi melintasi sungai dengan getek setiap hari nya sudah menjadi kebiasaan bagi kami,tapi mau sampai kapan bang,untuk keluar dari kampung saja akses nya sudah sulit apalagi mau mikir ke kota Kuala simpang bang,takut atau tidak nya melintasi sungai pasti nya saya bisa berenang kok bang”,ujar nya tertawa renyah sembari menutup percakapan.
Dampak banjir di kecamatan Seruway beberapa waktu lalu semakin memperparah keadaan pada jembatan gantung tersebut,Dikarenakan sebelum nya juga banjir yang melanda menjadi penyebab awal kerusakan jembatan gantung satu-satu nya yang dimiliki oleh warga sebagai akses perputaran ekonomi maupun aktivitas sehari-hari.
Datok(kades*Red)Penghulu kampung Tanjung Binjai menyampaikan secercah harapan kepada awak media dimana selama ini warganya sangat sulit untuk mengangkut hasil pertanian khusus nya komoditi kelapa sawit dan padi,untuk anak sekolah dan ibu hamil akses sangat lambat dikarenakan masih menggunakan alat penyeberangan sederhana getek.
“Saya selaku Datok penghulu bang besar harapan kepada pemerintah untuk dapat mendengar keluh kesah warga saya bang,sangat sulit untuk mengangkut hasil tani bang seperti kelapa sawit dan padi bang,untuk akses kesehatan seperti ibu hamil dan anak sekolah bang sangat lambat bang dapat kita akses,kalau musim penghujan seperti ini getek juga tidak dapat di gunakan bang dikarenakan arus air sangat deras,jembatan gantung juga sudah rusak bang takut jatuh warga bang apalagi predator penghuni sungai seperti buaya menambah ke khawatiran kita bang”,ujar nya penuh harap kepada awak media
Diharapkan kepada pemerintah Daerah maupun pemerintah pusat agar dapat menampung keluh kesah masyarakat yang terisolir di balik megah nya pembangunan kota.tutup
Liputan:RG







