Beranda Aceh tamiang Puting Beliung Hancurkan Rumah Warga di Desa Semadam, Harapan Tinggal Puing

Puting Beliung Hancurkan Rumah Warga di Desa Semadam, Harapan Tinggal Puing

75
0

Aceh Tamiang — Musibah angin puting beliung yang melanda Desa Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, menyisakan duka mendalam bagi warga. Salah satu yang terdampak paling parah adalah Legyem, seorang janda lanjut usia yang tinggal di Dusun Karya.

Rumah satu-satunya tempat nek Legyem berteduh selama ini luluh lantak dihantam angin kencang. Atap beterbangan, dinding sebagaian rusak, dan hampir seluruh perabotan rumah tangga tak dapat diselamatkan. Kini, ia hanya bisa menatap puing-puing tempat tinggalnya yang atap nya terbawa angin dengan mata yang berkaca-kaca.

“Saya hanya bisa pasrah, rumah sudah tak bisa ditempati lagi saya takut karena saya tinggal sendiri, tangan saya juga tertimpa kayu . Atap rumah sebagian sudah hilang dan berterbangan. Saya tidak tahu harus mulai dari mana,” ucap Legyem dengan suara lirih.

Musibah ini datang tanpa tanda-tanda, saat hujan deras disertai angin puting beliung melanda wilayah tersebut pada Sabtu pukul 17.45 WIB (28/6/2025) .

Legyem, yang hidup sebatang kara dan menggantungkan hidup dari hasil kebun kecil di sekitar rumahnya, kini benar-benar kehilangan segalanya.

musrianto Datok penghulu kampung semadam saat di konfirmasi oleh media membenarkan hal tersebut dan tidak menimbulkan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Seruan Kemanusiaan untuk Pemerintah Daerah

Kejadian ini semestinya menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, terutama dinas terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Perumahan Rakyat. Bantuan darurat dan program pemulihan pasca-bencana sangat dibutuhkan, terutama untuk warga rentan seperti Legyem.

Masyarakat berharap ada uluran tangan dari pemerintah dan para dermawan, agar nek Legyem dapat kembali menempati rumah nya yang rusak akibat terjangan angin puting beliung

“Kami mohon perhatian dari pihak pemerintah. Jangan biarkan beliau tinggal dirumah yang tidak beratap, Ini soal kemanusiaan,” ujar maisarah salah satu warga Dusun Karya.

Bencana bisa datang kapan saja, namun kepedulian adalah pilihan. Saatnya pemerintah hadir dan menunjukkan empati nyata kepada rakyatnya yang sedang tertimpa musibah.